* Pelatihan Mentoring Wusan, Surabaya 11-16 September 2017 ........ Hotel Prime Park Bandung, 8 - 12 Agustus 2017; Pelatihan Ujicoba Kurikulum dan Modul STBM-Stunting Bagi Tenaga Kesehatan Lingkungan, Gizi dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Wilayah Provinsi Jawa Barat ........ Kick off Program Pamsimas Kesehatan Tahun 2017, Bidakara-Jakarta, 22-25 Februari 2017

Pembelajaran Percepatan Akses Sanitasi dari India

pembelajaran india

Sedikit banyak, Indonesia dan India memiliki kesamaan permasalahan sanitasi. Di mana, kondisi sanitasi kedua negara tersebut masih belum berjalan optimal. Kendati demikian, berbagai upaya perbaikan terus gencar dilakukan, tujuannya tidak lain untuk menyediakan akses sanitasi layak bagi seluruh warga.

Beberapa waktu lalu, tepatnya saat Indonesia mendapat kesempatan untuk berbagi pembelajaran sanitasi di India, ada sejumlah hal menarik yang  dapat diambil dari negara hidustan tersebut. Salah satunya ialah belajar dari kebehasilan meningkatkan akses sanitasi di Churu, salah satu kabupaten di India.

Percepatan akses sanitasi di India diawali dengan diperkenalkannya metode Community Led Total Sanitation (CLTS). Di Churu, sebuah kabupaten di India, akses sanitasi meningkat dari 18% di tahun 2006 menjadi 73.5% di tahun 2011.

Hal ini cukup membanggakan, karena bila dilihat dari sisi kebiasan masyarakat diwilayah Churu, hal tersebut sulit untuk diwujudkan. Churu terletak di wilayah gurun pasir dengan akses air tadah hujan yang terbatas. Masyarakatnya tidak terlalu miskin, namun meyakini bahwa kotoran tidak boleh ada di sekitar rumah. Sehingga padang pasir yang luas kerap digunakan masyarakat Churu untuk melakukan praktek BABS. “Karena tempat BAB adalah di padang pasir, kadang keluarga naik mobil bersama menuju tempat BAB, bukan karena mereka tidak punya uang,” ujar Rohit Gupta, Bupati Churu.

pembelajaran india2Dalam menyadarkan masyarakat, Churu menekankan program sanitasi pada penguatan pesan-pesan sanitasi dengan pendekatan budaya mereka, misalnya menyajikan pesan dilarang Buang Air Besar Sembarangan  saat acara adat, lewat nyanyi-nyanyian dan lain sebagainya. Selain itu, melalui pemberian hadiah kepada kecamatan yang berhasil ODF.

Di tingkat rumah tangga, komite sanitasi desa akan menempelkan symbol choko churu (rumah yang indah) jika rumah telah memiliki jamban sehat. Khusus untuk masyarakat yang sangat miskin, pemerintah memberikan bantuan terbatas yang dikirim langsung ke rekening bank keluarga miskin tersebut. Di India, hampir semua masyarakat memiliki akses ke bank, baik melalui bank biasa, pos, maupun melalui bank pertanian.

pembelajaran india3

“Saya membuat papan ODF yang ditempatkan di depan ruang kerja saya. Minimal sebulan sekali ada rapat dengan para camat, dan saya harapkan mereka akan malu kalau kecamatannya masih belum ODF juga,” jelas Rohid terkait kesuksesan Churu mempercepat akses sanitasi.

Sementara itu, di kabupaten Bikaner, dukungan pemerintah kabupaten dan komunikasi juga merupakan faktor kunci suksesnya pembangunan sanitasi. Selain membuat logo Ranbankura (rumah sehat), Bikaner memfokuskan programnya pada peningkatan harga diri perempuan dan pelibatan aktif media massa.

 Isu-isu sanitasi dikembangkan sedemikian rupa untuk menyasar kaum perempuan yang merupakan kunci perubahan perilaku di kabupaten ini. Untuk mendapatkan data yang akurat tentang perilaku BAB masyarakat, Bikaner mengembangkan sms dan web-based monitoring yang difokuskan kepada data ODF bukan jumlah jamban yang ada di masyarakat.

“Fokus sanitasi kami adalah kecamatan. Untuk itu, kami menempatkan petugas sanitasi di setiap kecamatan, yang memberikan laporan ODF secara langsung melalui SMS dan web,” ujar Arati Dogra, Bupati Bikaner. Rahmi Kasri/CMH


Komentar Anda :
Sekretariat STBM Nasional : Direktorat Kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat
Gedung Kementerian Kesehatan Blok C Lantai 7 Ruang 716 - Jl. H.R. Rasuna Said Blok X.5 Kav. 4-9, Kuningan, Jakarta 12950
Telp. (021) 520-1590, Fax: (021) 520-1591, email: sekretariat@stbm-indonesia.org