* Lokakarya Peningkatan Kapasitas Penyusunan Strategi Promosi Kesehatan Sanitasi dan Higiene Propinsi Bali, Nusa Dua-Bali, 15-17 April 2014 ........ ToT Sistem Monitoring dan Evaluasi STBM berbasis website dan SMS gelombang II (17 provinsi) di Balikpapan 5-9 Mei 2014

Kelola Sampah, Hasilkan Uang

JAKARTA - Sampah selalu dibuang namun uang dicari-cari. Bagaimana cara memadukan kedua hal ini? Bisa saja, salah satunya melalui bank sampah, daur ulang, dan lain sebagainya. 

Intinya, bagaimana kita bisa mengelola sampah secara ekologis, ekonomis, dan kreatif. Pernahkah melihat bunga plastik bekas botol kemasan air mineral? Kalau pernah, bisa dipastikan kita tidak akan pernah menduga asal-usul kembang plastik itu, karena sudah lain sama sekali. Dari sampah, dengan sedikit kreatifitas dan kejelian melihat pasar dan peluang, uang bisa datang.

Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan.

Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat. Yang terakhir ini jelas melibatkan pengetahuan tinggi dan peraturan tersendiri dari negara.

Misal di Jakarta, entah berapa belas ton kantong kresek plastik baru yang tiap hari beredar di tangan orang, kebanyakan dari toko, warung, atau tempat-tempat usaha lain. Membuang di mana saja, itu kebiasaan buruk yang masih terjadi di depan mata. Selain karena (memang) ketiadaan tempat sampah yang baik, strategis, namun lebih disumbang karena faktor kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.

Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah yang semakin penting dari perspektif global dari manajemen sumber daya. Dalam skala kecil, di lingkungan rumah dan lingkungan tempat tinggal, bisa dimulai dari kebiasaan sederhana: memisahkan sampah, antara sampah organik eks rumah tangga dan sampah anorganik yang tidak mudah hancur.

Sampah anorganik itu bisa dilihat mudah saja, sampah plastik, sampah logam (kaleng kemasan aerosol atau pewangi, kemasan berlogam semisal bungkus makanan kemasan, ban bekas, sampai ember bekas). Sampah kategori ini dibuang dalam wadah tersendiri karena jika tercampur akan menyulitkan usaha pemanfaatannya.

Jika sudah terkumpul, bisa dijual ke lapak-lapak barang bekas yang lalu menyetorkannya ke pengumpul besar dan dioper lagi ke pengolah akhir. Mereka inilah yang bekerja sama dengan pihak industri bahan mentah daur ulang.

Sumber: www.antaranews.com (5 Maret 2012)


Komentar Anda :
Sekretariat STBM Nasional : Direktorat Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal PP dan PL
Gedung D Lantai 1 - Jl. Percetakan Negara No. 29, Jakarta Pusat 10560 - PO BOX 223
Telp. (021) 4247608 ext. 182, (021) 42886822, Fax: (021) 42886822, email: sekretariat@stbm-indonesia.org