* Workshop Evaluasi Penerapan Komunikasi Perubahan Perilaku Sanitasi dan Hygiene, 18 - 19 November 2014, Provinsi Nusa Tenggara Barat ........ Kabupaten Pacitan, Magetan, Ngawi, dan Kota Madiun deklarasikan daerah mereka Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (SBS), saat Hari Kesehatan Nasional 2014 ........ Pertemuan Sosialisasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (PAM-STBM) - Hotel Garden Palace Surabaya, 16 - 19 September 2014
STBM Daerah

STBM Tumbuhkan Semangat Relawan Gotong Royong untuk Hidup Bersih dan Sehat

Relawan STBM bersama-sama gotong-royong membangun sarana di Biak Numfor, Papua

[caption id="" align="alignleft" width="240" caption="*Membuat sarana CTPS*"][/caption]

BIAK NUMFOR - Para alumnus pelatihan fasilitator STBM se-Kecamatan Warsa, Kabupaten Biak Numfor yang bergabung dalam perkumpulan relawan STBM membuat gebrakan baru dengan melakukan promosi dan kerja gotong royong secara bergilir pada 13 kampung di Kecamatan Warsa yang belum menyelesaikan sarana 5 pilar STBM.

62 orang relawan STBM yang merupakan perkumpulan STBM dari  14 kampung Kecamatan Warsa, bersama-sama  melaksanakan kerja gotong royong di Kampung Koyomi, Makuker dan Kampung Inyobi  untuk promosi STBM dan membantu masyarakat di ketiga kampung mempercepat realisasi dan penyelesaian 5 pilar STBM. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari rencana tidak lanjut perkumpulan relawan STBM se-Kecamatan Warsa yang dibentuk dan difasilitasi Camat Warsa dan Yayasan Rumsram pada bulan Februari 2012.

Penyakit akan menyerang siapa pun dan dimana pun, selama lingkungan  masih kotor dan perilaku  hidup yang tidak bersih dan sehat maka di situ akan tumbuh dan berkembang penyakit.  Kami relawan STBM menginginkan lingkungan dan masyarakat di Kecamatan Warsa  bebas dari penyakit berbasis lingkungan. Lingkungan dan masyarakat harus bersih dan sehat.  Untuk itu,  kebiasaan membersihkan lingkungan dan kebersihan diri harus terus dipromosikan kepada masyarakat sehingga menjadi gerakan bersama semua masyarakat, dan kami perkumpulan relawan yang telah belajar STBM memulai hal ini.

"Promosi dan kerja gotong royong yang kami laksanakan sekarang merupakan bagian dari upaya para relawan mengajak masyarakat untuk secara bersama–sama membersihkan lingkungan, membuat sarana 5 pilar sehingga bisa hidup bersih dan sehat," ungkap relawan STBM, Martina Awak, pada waktu kerja gotong royong di Inyobi.

Kegiatan di Inyobi merupakan kali ketiga yang sebelumnya di kampung Koyomi (7/3) dan Makuker (9/3), dan dijadwalkan seluruh kampung yang ada di Kecamatan Warsa akan dilakukan kegiatan yang sama. Apa yang dilakukan relawan merupakan komitmen untuk terus melaksanakan dan menjalankan program STBM untuk perubahan  perilaku hidup bersih dan sehat  yang menjadi tolok ukur STBM, selain itu rasa kasih antara sesama yang melandasi relawan melakukan kegiatan gotong royong di setiap kampung ungkap Martina.

Bapak Abraham Komboi selaku koordinator perkumpulan relawan mengungkapkan kegiatan promosi dan gotong royong yang dilakukan perkumpulan relawan bersama aparat dan masyarakat di masing–masing  kampung bukan untuk melecehkan masyarakat kampung, melainkan kehadiran kami untuk membantu masyarakat kampung menyelesaikan atau merealisasikan sarana 5 pilar STBM yang sudah dilakukan masyarakat. Kegiatan pembersihan lingkungan di sekitar rumah bersama pemilik rumah bukan berarti melecehkan saudara-saudara kita di kampung, melainkan ini merupakan wujud kepedulian kita semua selaku warga masyarakat yang mendiami wilayah Kecamatan Warsa. Selanjutnya, pemeliharaan tetap dilakukan oleh pemilik rumah, kami hanya promosi dan keberlanjutannya akan tetap dimonitor oleh relawan di masing–masing kampung.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri, diharapkan mampu mencegah timbulnya penyakit, terutama yang berkaitan dengan lingkungan. Kita sadar penyakit itu bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja tanpa melihat batas wilayah. "Hal inilah yang mendorong perkumpulan relawan melakukan kegiatan gotong royong bersama masyarakat di setiap kampung seperti yang sudah dilakukan di Kampung Koyomi dan Kampung Makukuer," ungkap Abraham.

Hal senada juga disampaikan oleh  Kepala Kampung Makuker, Ishak Mawafma, yang merasa bangga dan terharu akan kebersamaan relawan dalam promosi STBM dan membantu kerja gotong royong di kampung se-Kecamatan Warsa. Para relawan Kecamatan Warsa merasa menjadi satu kesatuan, dimana batas wilayah kampung bukan menjadi penghalang.

"Saya sangat terharu pada waktu menyambut kedatangan para relawan, mendengar bunyi truk yang mengantar mereka, lebih–lebih ketika saudara saudara relawan tiba di tempat saya, saya merasa bangga kepada seluruh relawan yang jauh dari pantai mau datang  ke kampung Makuker di pedalaman demi satu tujuan mulia untuk membantu kami dalam melaksanakan STBM," Kepala Kampung Makuker mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan berjanji untuk melanjutkan dan melaksanakan STBM di kampungnya. "Saya dan aparat kampung serta relawan Kampung Makuker akan terus berjuang untuk menjalankan dan melaksanakan STBM sehingga masyarakat bisa menikmati hidup bersih dan sehat," ungkap Wamafma.

[caption id="" align="alignright" width="240" caption="*Menggali lubang sampah*"][/caption]

Para relawan bersama masyarakat di 3 kampung telah membantu dan kerja bakti di Koyomi, Wodu dan Inyobi membuat 44 unit lubang sampah, 7 unit sarana CTPS, 1 unit septic tank dan kloset serta pembersihan lingkungan kampung yang dilakukan bersama masyarakat di masing–masing kampung.

"Ternyata program STBM mampu menumbuhkan kembali sikap gotong royong yang dari dulu ada alam masyarakat walau program STBM tanpa subsidi  seperti yang dilakukan oleh relawan," ungkap Yuyun Warbal staf program SHAW Yayasan Rumsram. Harapan kami, hal kecil yang dilakukan oleh relawan ini bisa direplikasi atau dicontoh oleh stakeholder untuk keberlanjutan program STBM di Kabupaten Biak Numfor ungkapnya.

Sesuai jadwal kegiatan kerja gotong royong  perkumpulan relawan setelah membantu masyarakat Kampung Koyomi dan Makuker direncanakan  setiap hari Selasa dan Jumat pada minggu kedua Maret 2012 para relawan  STBM se-Kecamatan Warsa akan promosi dan membantu masyarakat menyelesaikan sarana 5 pilar  STBM di Kampung Karuiberik, Marur, Inyobi, Diano, Sawai, Amoi, Yeruboi, Aman, Inswanbesi dan Inswanbesi Sup. 

Ditulis oleh:  Tim SHAW/STBM Yayasan Rumsram


Komentar Anda :
Sekretariat STBM Nasional : Direktorat Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal PP dan PL
Gedung D Lantai 1 - Jl. Percetakan Negara No. 29, Jakarta Pusat 10560 - PO BOX 223
Telp. (021) 4247608 ext. 182, (021) 42886822, Fax: (021) 42886822, email: sekretariat@stbm-indonesia.org