Tesis Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Semarang

23-08-2008

Tesis Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Semarang, 2008

Judul:

Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi Kasus di Sampangan dan Jomblang, Kota Semarang) - 2008

Oleh:

Artiningsih, Ni Komang Ayu (2008) - Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Abstrak:

Produksi sampah rumah tangga setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi masyarakat. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi paningkatan volume sampah tersebut adalah dengan cara: mengurangi volume sampah dari sumbernya melalui pemberdayaan masyarakat.

Penelitian tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Sampangan dan Jomblang Kota Semarang bertujuan untuk: (1) memperoleh gambaran proses perencanaan dan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat, (2) menginventarisir tantangan dan peluang dalam pengelolaan sampah rumah tangga, (3) mengajukan usulan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud mendeskripsikan fenomena yang terjadi dilokasi penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga yang berbasis masyarakat di Sampangan dan Jomblang dapat mereduksi timbulan sampah yang dibuang ke TPA, namun belum optimal dilaksanakan baik dalam pemilahan dan atau dalam pengomposan karena keterbatasan sarana dan prasarana. Komposisi timbulan sampah di Jomblang terdiri dari: sampah organik 50.75%, plastik 17.14%, kertas 19.42%, kaca/logam 12,70%, sedangkan di Sampangan terdiri dari: sampah organik 49.52%, Plastik 18.06%, kertas 19.29%, kaca/logam 12,52 %. Sampah organik yang dimanfaatkan menjadi kompos akan mengurangi timbulan sampah maupun mengurangi beban lingkungan, sedangkan hasil pemilahan selain dapat mengurangi timbulan sampah juga dapat dijual atau dikelola sehingga dapat menambah pendapatan.

Saran berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan sebagai berikut: (1) Pemerintah perlu lebih banyak mengadakan sosialisasi tentang pengelolaan sampah. (2) Pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), dimana pengurus APL diharapkan dapat menyisihkan keuntungan untuk membantu penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan warga dalam mengelola sampah. (3) Pengurus APL (Alam Pesona Lestari) seyogyanya dapat memfasilitasi warga dalam pemasaran kompos yang sudah jadi sehinga dapat menambah pendapatan.

Sumber: http://eprints.undip.ac.id/
Unduh/Download: Tesis Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Semarang (1,2 MB)
     

Komentar Anda