Integrasi RPJMDesa dengan PJMproaksi serta RKPDes dengan RKM Pamsimas Desa Bendolo Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk

08-05-2017

a3Desa Bendolo memiliki jumlah penduduk sekitar  374 KK  yang tersebar di Dusun Bakalan dan Dusun Bendolo, desa ini tergolong desa dengan sulit air terutama di dusun Bakalan yang berpenduduk 175KK. Masyarakat disini sudah lama mendambakan ketersediaan air bersih,  selama ini masyarakat mendapatkan air bersih dari sumber mata air dengan berjalan beberapa kilometer melalui jalan berlereng.

Pada tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengadakan pemilihan kepala desa serentak pada 264 desa. Setelah kepala desa terpilih, dibentuklah tim penyusun RPJMDes 2014-2019. Dengan pembahasan yang cukup panjang akhirnya keinginan masyarakat untuk membangun sarana air bersih diusulkan melalui program pembangunan infrastruktur di RPJMDes dengan nilai Rp 100.000.000,-. Desa merencanakan membangun sarana air bersih (SAB) di Dusun Bakalan, karena prioritas utama masyarakat yang sulit air ada di dusun tersebut. Sampai tahun 2015 harapan masyarakat untuk membangun sarana air bersih di dusun Bakalan belum bisa terwujud karena anggaran dana desa belum mencukupi. Beruntung pada tahun 2016 ada tawaran program Pamsimas III sehingga Desa Bendolo mengikuti seleksi desa pamsimas dan ditetapkan sebagai calon desa sasaran.

Sesuai ketentuan sharing pendanaan program Pamsimas III, setiap desa calon sasaran pamsimas harus mengalokasikan sharing APBDes sebesar 10% dan kontribusi masyarakat sebesar 20% (4% in-cash, 16% in-kind) dari jumlah rencana kerja masyarakat (RKM). Menurut siklus pamsimas III setelah desa ditetapkan sebagai calon desa sasaran maka Fasilitator Masyarakat (FM) bersama komponen lainnya mendampingi masyarakat melakukan identifikasi masalah dan analisa situasi (IMAS II) sampai tersusunnya dokumen PJMproaksi dan Rencana Kerja Masyarakat (RKM), kedua dokumen ini agar terintegrasi dan sinergi dengan dokumen RPJMDes dan RKPDes karena merupakan bagian siklus keberlanjutan layanan air minum perdesaan.

Dari sektor sanitasi, masyarakat Desa Bendolo sudah mencapai status Open Defecation Free (ODF) sehingga dalam PJMproaksi dan RKM lebih menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), promosi dan peningkatan kualitas jamban sehat.

Capture

Dari tabel-1 mengambarkan sinergi kegiatan yang dituangkan dalam RPJMDes dan PJMproaksi, juga periode perencanaan dalam PJMproaksi, meskipun pada periode perencanaan tertulis tahun 2017-2021 namun rencana pelaksanaan konstruksi pada tahun 2017 melalui program Pamsimas III meliputi pembangunan SPAM di dusun Bakalan dan dilanjutkan pada tahun 2018 pembangunan SPAM di dusun Bendolo dengan anggaran APBD Kabupaten, sehingga diharapkan pada akhir tahun 2018 masyarakat Desa Bendolo sudah 100% akses air minum.

Pada tabel-2 Kegiatan pembangunan SPAMS sudah dialokasikan pada program PAMSIMAS tahun 2017 sebesar Rp 350.000.000,- yang berlokasi di Dusun Bakalan, sedangkan kewajiban sharing pendanaan 10% dari APBDes sudah diusulkan dalam RKPDes 2017 sebesar Rp 40.000.000,- dan akan dituangkan pada APBDes tahun 2017.

Penulis: Saputra (WSP Jawa Timur) // Editor : UT (Sekretariat STBM Nasional)

Komentar Anda