Pengembangan Bank Sampah dan Minimarket Sanitasi di Kabupaten Sumedang

31-01-2017

IMG-20170123-WA0019Dalam perjalanannya, pengembangan STBM di Kabupaten Sumedang mengalami pasang surut semangat. Beberapa kendala diantaranya adalah rotasi mutasi beberapa tim inti POKJA AMPL dan  bertambahnya tugas pokok dan fungsi masing-masing anggota POKJA AMPL. Sehingga, selain KOMITMEN, KONSISTENSI sangat penting untuk memastikan keberlanjutan.

Semangat beberapa relawan terkait Bank sampah kabupaten ditambah dengan dengan program Sumedang Compassionate City (Kota Welas Asih) yang terintegrasi dengan Puskesmas telah memberikan semangat baru kepada pengelola POKJA AMPL khususnya sekretariat untuk berbuat lebih giat lagi demi tercapainya Visi Sumedang SENYUM MANIS. Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), setiap Puskesmas dipicu untuk memiliki unit bisnis tersendiri. Salah satu unit bisnis yang dikembangkan di Sumedang adalah bank sampah dan minimarket sanitasi yang digabungkan ke dalam sebuah wadah bernama Unit Pengelola Sanitasi (UPS).

UPS merupakan binaan sekretariat POKJA AMPL Kabupaten Sumedang yang berada di bawah tanggung jawab Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang selaku Ketua Pelaksana Harian POKJA AMPL Kabupaten Sumedang. Selama kurun waktu 2006-2016, pengelolaan bank sampah dan minimarket sanitasi atau UPS masih berkisar pada sosialisasi, pelatihan–pelatihan dan pembinaan kelompok bank sampah, pameran dalam rangka pengenalan produk (bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan lainnya), dan melayani berbagai permintaan sarana sanitasi lain melalui minimarket sanitasi antara lain: JARODANG, sarana CTPS, sarana teknologi air mentah langsung minum, sarana pengolah sampah (komposter takakura, komposter cair, biodigester, juga konverstik alat pengolah plastik menjadi minyak solar dan bensin), dan kebutuhan biopori.

Minimarket sanitasi ini termasuk salah satu kegiatan inovatif yang telah sukses mengantarkan Kabupaten Sumedang meraih banyak hal. Pada tahun 2013, Kabupaten Sumedang berhasil mendapat predikat Kabupaten Sehat swasti saba PADAPA. Tahun 2014 mendapat sertifikat ADIPURA kota kecil. Tahun 2015 meraih Swasti Saba Wiwerda, menjadi Terbaik P2WKSS tingkat Provinsi bidang pengembangan ekonomi melalui Bank sampah, dan juara 3 Lingkungan Bersih Sehat pada Kesehatan Keluarga PKK-KB Kesehatan tingkat Nasional. Tahun 2016, Kabupaten Sumedang meraih Anugerah Paradita Ekapraya yaitu Kabupaten yang telah konsisten menerapkan program–program dengan pengarusutamaan gender dan ramah anak, yang salah satunya dilakukan melalui pendekatan sanitasi ini. Tahun 2016, Kabupaten Sumedang juga dicalonkan sebagai Inovator pelayanan Publik melalui minimarket sanitasi dan Bank sampah tingkat Kabupaten oleh Pemerintah Provinsi JAWA BARAT .

IMG-20170123-WA0022Dibantu tim relawan sampah dan sanitasi dari berbagai unsur antara lain Internasional Green School, mekanisme UPS Kabupaten Sumedang kembali dibenahi dan semakin diperkuat di awal 2017. Keberlanjutan bank sampah dan minimarket sanitasi ini akan dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu:

1. Penguatan kapasitas kelembagaan dengan membentuk dan membina bank sampah–bank sampah di tingkat kecamatan maupun tingkat desa/kelurahan.

2. Mengembangkan eco-brik, menggunakan tabungan Bank sampah Kabupaten Sumedang dan bermitra dengan berbagai program pembangunan, sebagai salah satu solusi pengganti batu bata. Dengan demikian diharapkan salah satu masalah ketersediaan sebagai modal utama untuk perguliran sanitasi di Kabupaten Sumedang dapat teratasi.

3. Mengembangkan anak perusahaan “CV Gandrung Sanitas” yang dikelola swasta sehingga pada akhir tahun selisih laba yang diperoleh digunakan untuk pengembangan minimarket sanitasi dan Bank sampah (UPS Kabupaten) selanjutnya.

4. Peluang CSR dari negara Jerman terkait program Puskesmas BLUD yang welas asih melalui layanan unit bisnis UPS Kabupaten dan Kecamatan

Selain itu, tabungan Bank sampah kabupaten direncanakan akan digunakan untuk berbagai keperluan:

1. Pembayaran tabungan sekolah 2. Pembayaran tabungan hari raya. 3. Pembayaran premi BPJS (target 2019). 4. Pembayaran berbagai keperluan terkait sanitasi ( L2T2 dll).

Penulis: Ekky Riswandiyah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang


Komentar Anda